Main Content

Toni Simanjuntak, Desa Nagasaribu, Sumatera Utara, Indonesia

“Kami memohon kepada Pemerintah Indonesia supaya PT TPL mengembalikan tanah adat kami yang dikuasai oleh PT TPL sebanyak 2000 hektar , karena tanah adalah hidup kami, dan tanah adat Nagasaribu adalah daging dari leluhur kami sendiri.”

Answer

Lebih dari 30 tahun yang lalu, lahan masyarakat adat diambil dan diberikan kepada perusahaan pulp dan kertas dengan janji bahwa suatu hari lahan tersebut akan dikembalikan. Hingga saat ini banyak masyarakat adat Batak terus menuntut pemerintah dan perusahaan mengembalikan tanah adat mereka yang erat kaitannya dengan keberlanjutan budaya masyarakat.