Main Content

Sarip Simamora, Desa Aek Lung, Sumatera Utara, Indonesia

“Setelah pohon ditebang dan digantikan dengan eukaliptus, hasil dari kemenyan mulai berkurang dan lama-kelamaan kami pun tidak menyadap getah kemenyan lagi karena ditakut-takuti oleh pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL). Permintaan kami ... supaya kami dapat bekerja di lahan kami, untuk mencukupi kebutuhan hidup kami, dan menyekolahkan anak kami.”

Answer

Dari generasi ke generasi, masyarakat adat Batak membudidayakan tanaman Styrax benzoin, suatu jenis pohon endemik, di hutan di tanah adat mereka dan menyadap getahnya secara berkelanjutan untuk diolah menjadi kemenyan. Bagi berbagai warga, praktik ini memiliki nilai budaya yang sangat penting dan merupakan sumber penghidupan utama mereka. Sejak perusahaan pulp raksasa PT Toba Pulp Lestari (TPL) merampas hutan kemenyan masyarakat untuk dijadikan perkebunan eukaliptus, banyak pohon kemenyan yang ditebang, sehingga secara langsung mengancam mata pencaharian masyarakat secara luas.


Foto Ternadi Simanjuntak dengan semai pohon kemenyan yang siap ditanam di hutan.