Main Content

Pungka Simamora, Desa Aek Lung, Sumatera Utara, Indonesia

“Kami mendirikan 15 pondok beratapkan lalang di lahan itu, kemudian PT Toba Pulp Lestari (TPL) membakarnya, tetapi kami sepakat bersama tidak akan pernah mundur dari perjuangan ini, sampai tanah adat kami kembali untuk kami kelola bersama, sampai saat ini kami terus mengadakan perlawanan kepada PT TPL. Tanah adat yang di wariskan leluhur kepada kami, harus kami jaga dan pertahankan. Ditembak mati sekalipun saya siap.”

Answer

Pada tahun 2005, masyarakat adat Desa Aek Lung melakukan gerakan perlawanan untuk mendapatkan lahannya kembali dari perusahaan pulp raksasa PT Toba Pulp Lestari (TPL). Masyarakat kembali menanami tanaman pangan di lahan mereka setelah tanaman perusahaan dipanen. PT TPL merespon dengan menggunakan taktik intimidasi dan kriminalisasi masyarakat, termasuk: ancaman dari aparat kepolisian dan militer, menebang tanaman pertanian, membakar pondok di ladang, dan menahan petani.