Main Content

Maymunah, Lubuk Mandarsah, Provinsi Jambi, Indonesia

“Kami berjuang di sini, karena orangtua kami dulu bebas buka lahan di sini untuk mencari hidup, untuk menanam padi, seperti karet, pokoknya untuk hidup kami sehari-hari. Kalau dulu kan, di tanah adat ini nggak ada hambatan apapun, sejak datangnya PT Asia Pulp & Paper (APP), kami itu dapat kesulitan terus, dihambati terus. Sehingga setiap kami mau nanam-nanam, mau buka lahan di sini, didatangi oleh aparat, yaitu suruhan dari APP ... Sehingga kami kesulitan menanam-nanam di sini, untuk hidup di sini, karena gangguan-gangguan yang tak henti-hentinya, mau itu siang, mau itu malam, ada saja yang datang ... Sampai kami membersihkan lahan, di datangi lagi, yang gubuk yang dibongkar, terus ada yang dibakar. Sehingga kami bertahan terus sampai sekarang, entah kapan kami suksesnya, entah kapan kami berhasilnya, pokoknya kami berjuang terus sampai kapan-pun.”

Answer

Masyarakat secara rutin menghadapi intimidasi dan pelecehan oleh petugas keamanan Asia Pulp & Paper (APP) saat sedang berladang di lahannya yang telah mereka ambil dari perkebunan perusahaan.