Main Content

Robert Simamora, Desa Aek Lung, Sumatera Utara, Indonesia

“Kami mengharap kepada pemerintah supaya pemerintah dapat membebaskan tanah adat kami, supaya masyarakat dapat dengan tentram mengelola tanahnya, tidak ada lagi gangguan dari PT Toba Pulp Lestari (TPL). Dan juga kepada produsen yang membeli dari PT TPL supaya produksi PT TPL jangan dibeli karena TPL adalah perampas tanah masyarakat ... PT TPL boleh dikatakan tidak pernah mensejahterakan masyarakat, hanya membuat penderitaan masyarakat.”

Answer

Lebih dari tiga dekade yang lalu, perusahaan pulp dan kertas raksasa PT Toba Pulp Lestari (TPL) merampas tanah adat di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia dari masyarakat adat tanpa izin masyarakat yang bersangkutan. PT TPL mengubah lahan masyarakat menjadi Hutan Tanaman Industri (HTI) penghasil bubur kertas atau pulp yang menjadi bahan baku berbagai bahan kain yang digunakan setiap hari seperti rayon, viscose dan modal.