Main Content

Yulmanesni, Ibu asuh Indra Pelani

“Perasaan saya cukup seding melihat anak kita, Indra Pelani, dibunuh oleh Asia Pulp & Paper secara keji. ...Sampai kapanpun saya tidak memaafkan kalau masalah itu. Karena saya sudah merasa anak sendiri, sejak kecil saya memeliharanya. Sehingga seenak-enaknya saja seperti hewan dibikin orang perusahaan ... Pelakunya harus dihukum setimpal dengan perbuatanya.”

Answer

Indra Pelani, seorang aktivis dan petani berusia 23 tahun dari Lubuk Mandarsah, Jambi dikeroyok hingga tewas oleh petugas keamanan Asia Pulp & Paper (APP) pada tanggal 27 Februari 2015. Masyarakat Lubuk Mandarsah terus mengenang dan merasa kehilangan atas kematiannya yang tragis.

Foto oleh: Walhi Jambi