Main Content

Beslin Boru Simamora, Desa Aek Lung, Sumatera Utara, Indonesia

“Pada saat kami mengusahai perladangan kami ini, PT TPL datang untuk menggangu kami bahkan dengan kekerasan. PT TPL mengancam saya dan mengatakan bahwa saya tidak dapat mengusahai perladangan kami ini, dan kalau saya tetap berkeras mengusahai perladangan ini, maka saya akan dihukum penjara ... tetapi yang saya tahu perladangan ini adalah milik kami sendiri, makanya saya mengusahai perladangan ini ... Kami tidak takut, kami tetap mengusahai dan bekerja di ladang kami, karena kami tau tanah ini adalah milik kami.”

Answer

Bagi masyarakat Aek Lung di Sumatera Utara, Indonesia, berladang bukan hanya suatu jalan hidup, namun juga merupakan suatu tindakan perlawanan. Perusahaan pulp raksasa PT Toba Pulp Lestari (TPL) merampas tanah adat masyarakat dan menebang hutan masyarakat untuk dijadikan perkebunan eukaliptus. Setelah PT TPL memanen tanaman eukaliptus, masyarakat kembali ke wilayah tersebut dan merebut lahannya kembali, kemudian menanaminya dengan tanaman pangan sebelum PT TPL dapat menanami kembali dengan tanaman perkebunan pulp monokultur.

 

Foto Kristina br Hutabarat menanen cabai di lahan masyarakat yang diambil kembali.