PepsiCo: Hentikan eksploitasi dalam produksi makanan ringan!

RAN.org_Header_4-1.png

Kerusakan ekologis yang disebabkan oleh conflict palm oil atau Minyak Sawit Berkonflik sudah jelas: kita tahu bahwa minyak kelapa sawit yang ada didalam setengah produk-produk yang kita temukan di swalayan menyebabkan kepunahan orangutan, gajah, harimau, dan badak Sumatra. Kita menyaksikan ratusan ribu hektar hutan hujan kritis dan lahan gambut yang ditebang, dikeringkan, dan dibakar untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit.

Yang nyaris tidak kita dengar adalah cerita orang-orang yang bekerja dibalik produksi Minyak Sawit Berkonflik: para buruh di perkebunan yang menderita dieksplotasi dibawah sistem yang sama.

Buruh di perkebunan kelapa sawit – laki-laki, perempuan, dan anak-anak – dieksploitasi setiap hari dalam produksi Minyak Sawit Berkonflik. PepsiCo menutup mata pada dampak-dampak dari rantai pasokannya. Di saat perusahaan yang memproduksi Minyak Sawit Berkonflik menipu buruh dengan gaji dan tunjangan yang tidak adil, meracuni buruh dengan bahan kimia yang berbahaya, memaksa buruh membawa anak-anak dan istrinya untuk bekerja dalam sistem yang tidak adil, dan bahkan kadang memperdagangkan manusia dan memperbudak buruh, PepsiCo hanya diam saja.

Selama dua tahun terakhir, PepsiCo berkali-kali gagal dalam mengambil tindakan untuk mengatasi masalah Minyak Sawit Berkonflik. Kita tidak bisa membiarkan mereka terus melakukan ini! Untuk setiap hari PepsiCo menolak untuk memperbaiki masalah tersebut, ada seorang buruh yang dieksploitasi, anak yang dipaksa bekerja dan tidak bersekolah, dan kerusakan ekosistem terus terjadi.

Hari ini, kita akan meningkatkan tekanan kepada semua pihak dan investor yang mendukung model bisnis yang buruk dari PepsiCo – termasuk CEO, Ms. Indra Nooyi, dan pemegang saham utama lainnya. Kami butuh bantuan Anda untuk bersolidaritas dengan buruh pada saat kami menutut PepsiCo untuk mengakhiri eksploitasi buruh pada pertemuan pemegang saham tahunan mereka pada bulan Mei.

Apakah Anda akan ikut bersolidaritas dengan buruh di perkebunan kelapa sawit?
Caranya mudah:

  1. Cetak tanda yang telah kami sediakan atau buat tanda sendiri – hal yang terpenting adalah pesan Anda mendesak PepsiCo untuk mengakhiri eksploitasi buruh perkebunan kelapa sawit.
  2. Ambil foto diri Anda sendiri atau bersama teman-teman dengan tanda yang dipegang di atas kepala.
  3. Unggah foto di Facebook PepsiCo dan tag PepsiCo di Twitter dan Instagram sebelum Hari Buruh Internasional, tanggal 1 Mei. Jangan lupa memakai tanda pagar #SolidarityWithPalmOilWorkers! Jika Anda tidak menggunakan media sosial, tolong email fotonya kepada kami di palmoilaction@ran.org

RAN dan pembela hak buruh dari Indonesia akan menyerahkan petisi foto ini kepada CEO PepsiCo, Indra Nooyi, di pertemuan pemegang saham. Dengan partisipasi Anda, kita bisa membawa pesan ini langsung ke para pimpinan pemegang keputusan: PepsiCo harus mengambil tindakan yang serius untuk mengatasi Minyak Sawit Berkonflik dan menghentikan eksploitasi buruh dalam pembuatan produk-produknya.

Bergabunglah dengan RAN untuk meningkatkan kesadaran tentang eksploitasi dibalik produk-produk PepsiCo. Kami berharap orang-orang di seluruh dunia akan bersolidaritas dengan buruh dan menuntut eksploitasi buruh dihentikan.

Konsumen seperti Anda dapat mempengaruhi tindakan PepsiCo. Sebagai penduduk Indonesia, ayo bergabung dengan kami untuk melindungi semua warga Indonesia yang tereksploitasi.

Collage_1_0411.jpg

Collage_2_0411.jpg


Join Rainforest Action Network and thousands of activists and NGO's from around the world standing in solidarity with palm oil workers. 

Logo_20160414.png


20160429_Logos.png


 

 

Be the first to comment

Please check your e-mail for a link to activate your account.